Apa itu Planologi?

tahukah kamu bahwa suatu kota itu direncanakan?
ya, suatu kota akan berkembang seiring dengan pertumbuhan penduduk, pertumbuhan ekonomi, dan juga globalisasi.

Laju pertumbuhan penduduk Indonesia saat ini adalah 1,o3% pertahun, dengan jumlah total mencapai sekitar 230 juta pada tahun 2010. Sebagian dari jumlah penduduk tersebut, yaitu sekitar 40% tinggal di kawasan perkotaan. Maka, sangatlah jelas mengapa perencanaan sebuah kota diperlukan. Dapat dibayangkan apabila pertumbuhan kota tersebut tidak direncanakan arah pembangunannya, maka akan terjadi kesemrawutan, kemacetan dimana-mana. Hal-hal yang perlu direncanakan di suatu kota antara lain: arah atau tujuan pembangunan, sistem pusat – sub pusat, rencana guna lahan, sistem transportasi, perumahan dan pelayanan lainnya.

Planology adalah ilmu yamg mempelajari perencanaan suatu wilayah dan kota. Planology berasal dari kata plan yang artinya ‘rencana’ sehingga planology dapat diartikan sebagai ‘ilmu merencana’. Adapun orang yang berprofesi di bidang ini biasa dikenal dengan sebutan planner. Dalam merencanakan suatu wilayah dan kota, banyak sekali aspek yang perli dipertimbangkan, sepertu aspek ekonomi, aspek fisik, dan aspek sosial budaya. Selain mempertimbangkan aspek-aspek tersebut perencanaan yang dibuat juga harus menjawab persoalan yang ada serta mampu mengembangkan potensi yang terdapat di kota/wilayah tersebut. Pada dasarnya “perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan masa depan yang tepat, melului urutan pilihan, dan dengan memperhitungkan sumberdaya yang tersedia” (Pontoh dan Kustiwan, 2009). Dalam planologi, hal-hal yang dipelajari mencakup berbagai bidang, seperti tata guna lahan, pengendalian dan pemanfaatan ruang,  politik pembangunan, sosial kependudukan, dan juga perekonomian. Kompleksitas yang dipelajari di planologi ini merupakan respon dari pola pemikiran dalam melakukan perencanaan yang komprehensif. Dengan demikian,  pemikiran yang komprehensif sangat diperlukan oleh seorang planner. Dalam membuat rencana atau mengambil keputusan terdapat banyak kepentingan dari berbagai pihak yang harus dipertimbangkan. Oleh karena itu, seorang planner juga harus memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas serta mencakup berbagai bidang.

Dokumen dari perencanaan itu beragam, baik yang bersifat spasial maupun non-spasial. Untuk perencanaan spasial terdapat dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dengan skala nasional, provinsi, kabupaten, dan kota. RTRW memiliki jangka waktu selama 20 tahun, dan memiliki kekuatan hukum, yaitu hasil akhirnya berupa sebuah Peraturan Daerah (Perda). Sedangkan perencanaan yang lebih detail, yaitu rencana yang mengatur hingga blok-blok penggunaan lahan adalah Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Saat ini dokumen-dokumen rencana tersebut memang belum banyak dikenal oleh  masyarakat luas. Padahal, sangat penting bagi masyarakat untuk mengetahuinya agar bersama-sama dapat mengontrol pembangunan sehingga sesuai dengan apa yang telah direncanakan

– planner magazine

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s