Kisah yang tak penting.

Aku, kamu, kita adalah musafir yang sedang berjalan jauh. Tahun 2010 kita dipertemukan, entah itu tersesat atau takdir. Kita berjalan bersama, berjuang bersama, terluka bersama.

Ini hanyalah kisah yang tak penting.
kau tinggalkan kampung pergi ke kota. bertaruh nasib.
sebelum perang merenggut engkau merubahmu jadi pemurung dan pemarah.
kita adalah teman baik.

Ini hanyalah kisah yang tak penting.
4 tahun memang bukanlah waktu yang lama, hanya sebentar saja.
Saya, dia, ataupun mereka, memanglah bukanlah orang-orang yang penting untukmu.
tapi.. tapi ini kisah yang tak bisa kau minta ulang kembali.
kau tak bisa datang begitu saja, lalu pergi dan menghilang.
setelah perang merusak engkau membuatmu murung dan melupakan cita-citamu.
aku tetap teman baikmu.

ini kisah yang tak bisa kau minta ulang kembali.
4 tahun adalah waktu yang lama.
saya, dia, ataupun mereka yang pernah berjuang bersamamu, berjalan bersama kini sudah memiliki jalan masing-masing.
Saya hanya pinta, kelak ketika kita bertemu di jalan. Kamu masih bisa menegur saya, dan teman-temanmu.
Sebagai teman yang baik.

Ini kisah yang tak penting.
Bagi yang tak menganggapnya penting.
Tapi bagi saya, kisah ini adalah kisah yang luar biasa.

Selamat wisuda teman-teman, planero. Juga, selamat berjuang untuk wisuda teman-teman yang lain (termasuk saya,haha) Salam manis dari Jogja. Selamat akhir tahun.


Catatan: Tulisan ini tak selesai sebulan yang lalu. Dan diselesaikan di Jogja, ketika hujan lagi deras-derasnnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s